Awal Tulisan

Berawal dari keprihatinan saya terhadap tidak menentunya harga hasil pertanian. ketika hasil panen petani harganya ambruk seakan tidak ada kepedulian dari pihak manapun. Lantas siapa yang peduli dengan nasib para petani kita?? Bukankah sehari-hari  yang kita makan berasal dari jerih payah petani yang dijemur dari pagi sampe sore demi mempertahankan hasil panennya.

Ketika petani baru mau mengenyam jerih payahnya, ditandai dengan harga hasil panen  yang mulai cenderung naik seluruh Nusantara hampir semuanya berkomentar. Entah salah siapa, yang jelas sampai kapan petani kita makin kelabakan dengan nasibnya karena harus bersaing dengan barang impor yang memporak-porandakan petani.

Apa  memang  para petani kita harus urban ke kota untuk mencari sesuap nasi. Lantas siapa yang  menanam padi? Apa kita harus selalu impor dan impor.  Bukankah ladang pertanian kita begitu luas, yang begitu banyak menyerap tenaga kerja jutaan orang.

Menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjawab tantangan ini….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s